Klub Kebun

Halo, selamat sore! Sedang hujan di daerah Ciumbuleuit bagian Bukit Jarian, waktu setempat menunjukan pukul 18:02. Hari ini adalah tonggak bersejarah buat saya dan beberapa kawan yang terkait, karena hari ini adalah hari penyemaian bibit sayur klub kebuuuunnn! YEAY!

Apa itu klub kebun? Klub kebun adalah klub berkebun. HAHA #apeu. Penjelasan mengenai apa itu klbu kebun sebenarnya ga lepas dari kontemplasi dan pembelajaran panjang mengenai “Another World is Possible”. Apa hubungannya? Jadi major project dari klub kebun ini adalah sebagai budaya tandingan atas hegemoni ekonomi pasar. Eaaa, ribet. Intinya adalah, klub kebun yang memiliki alternatif penanaman tanaman pangan di pekarangan rumah, berniat untuk memberikan “pertolongan” bagi masyarakat miskin kota, yang tidak punya cukup lahan untuk berkebun. Konsentrasi dari kegiatan ini adalah memberikan cara membaca baru terhadap perekonomian: tidak perlu menambah pendapatan, tapi kurangilah pengeluaran.

Berangkat dari kesadaran bahwa masyarakat miskin kota tidak punya kekuatan untuk mengontrol harga pasar terutama bahan pangan, maka perlu dibuat sebuah alternatif agar para masyarakat miskin kota tidak perlu kesulitan mengakses bahan pangan yang sehat dan bersih (karena tidak menggunakan pestisida dan pupuk pabrikan). Sebenarnya kalau mau dielaborasi mengenai dasar pemikiran solusi alternatif ini, panjang banget, tapi kurang lebih ya inilah intinya.

Jadi demikian, sebelum melakukan sosialisasi tanaman poly bag, uji coba pertama dilakukan di kampus oleh teman saya, kak hanny. Kak Hanny adalah alumni Hubungan Internasional Unpar angkatan 2005, dia sudah sempat bekerja di LSM yang menangani masalah petani dan pertanian (baca: agraria) sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampus dan mengembangkan klub kebun ini.

Rencananya, sesudah panen pertama, tanaman-tanaman pangan hasil klub kebun ini akan ditawarkan kepada masyarakat sekitar kampus Unpar Ciumbuleuit, untuk kemudian diberikan pendidikan mengenai berkebun di lahan sempit dan bagaimana menjadi pengontrol (baca: produsen) bagi bahan pangan sendiri, dan bukan cuma sebagai konsumen yang buta proses produksi dari bahan pangannya.

pionir yang membantu selama proses penyemaian benih klub kebun: Pak Uun, dan mamang-mamang kebun unpar yang mbhaek hati.

ada juragan batik yang megang Biro Sarana Prasarana: Pak Bawono. Lumayan tercengang juga lihat bapak-ribet-soal-birokrasi-penggunaan-ruangan ada di tengah-tengah kami.

itu bang eko absurd banget nyangkul tanah yang ada di luar lahan penyemaian bibit. -.- #apeu

Tiba-tiiba dea pun datang menghampiri. HAHA.. #KRIK!

Ini bibit sawi putih, bibit bayam merah, dan bibit sawi cai sim

Jadi buat teman-teman yang ada di sekitaran Taman FISIP Unpar, tolong sama-sama jaga kelanggengan *naon deui kelanggengan* kebun kecil tempat tanaman pangan ini, ya. Ini bukan kegiatan main-main, loh.. Ini adalah soal menghidupi filosofi “Another World is Possible” yang gw dan kawan-kawan lain (mungkin juga kalian) yakini sebagai oase kecil yang menyejukkan di tengah gurun kering yang bernama hegemoni.

Reblog - Posted 2 years ago with 4 notes