20-nothing, messy and spontaneous. i live my life as i wish
March 26th
10:16 PM
"We are forced to live as if we were free"
—  John Gray (quoted by Slavoj Zizek on First as Tragedies then as Farce)
10:08 PM
Via
beingbornisgoingblind:

Charity is the humanitarian mask hiding the face of economic exploitation. — Slavoj Zizek

beingbornisgoingblind:

Charity is the humanitarian mask hiding the face of economic exploitation. — Slavoj Zizek

February 17th
12:28 PM
"sometimes, the repetition in the guise of a farce can be more terrifying than the original tragedy."
—  Herbert Marcuse (quoted by Slavoj Zizek on First as Tragedies then as Farce)
12:25 PM
"the paradox is that the members of this global class “dine privately, shop privately, view art privately, everything is private, private, private"
—  Slavoj Zizek on First as Tragedies then as Farce
January 11th
3:03 PM
"Kierkegaard deployed his idea that we humans cannot ever be sure that we believe: ultimately, we only “believe that we believe"
—  
Kierkegaard (quoted by Slavoj Zizek on “First as Tragedies then as Tragedies”)
1:43 PM
"Hegel remarks somewhere that all great events and characters of world history occur, so to speak, twice. He forgot to add: the first time as tragedy, the second time as farce"
—  Karl Marx, “The Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte:’ in Surveys From Exile, edited and introduced by David Pernbach (quoted by Slavoj Zizek on “First as Tragedies, then as Farce”)
August 8th
6:56 PM

Radikal

Banyak orang yang selalu menghubungkan tindakan yang disebut radikal dengan sesuatu yang sifatnya destruktif. Contoh:

Orang anarkis tuh radikal banget, sih.. Kerjaannya menghancurkan barang.

Hahahaha.. ini contohnya serba nanggung, sih.. Karena anarkis juga bukannya suka merusak barang, ya.. Orang tukang pukul dan menghancurkan barang tanpa sebab itu bukan anarkis, tapi destruktif dan kasar (contoh: gw). Jadi, FPI itu bukan anarkis. Tolong digarisbawahi, FPI itu bukan anarkis, tapi bigot yang destruktif.

Bahas anarkisnya nanti aja deh, balik ke topik utama.. Gw bicara apa, tadi? Oia, radikal. Jadi, menjadi radikal adalah bukan menjadi orang yang kembali ke akar, karena radikal berangkat dari kata radiks atau akar. Artinya, mengembalikan segala sesuatu ke hakikatnya, ke akarnya.

Jadi orang yang radikal itu bagaimana, ya? Harus jadi orang yang doyan orasi, kah? Jadi orang yang senang konfrontasi, kah? Jadi orang yang suka indoktrinasi, kah? Atau bahkan jadi orang yang judgmental atas radiks, nya? Tidak begitu. Menurut gw, setidaknya.

Gandhi adalah orang yang radikal, Badshah Khan adalah orang yang radikal, Karl Marx orang yang radikal, Zizek orang yang radikal, Munir orang yang radikal, Yesus orang yang radikal, Gus Dur orang yang radikal, dan Bunda Teresa pun orang yang radikal. Semuanya adalah subjek yang berbeda. Ini agak retoris, sebenarnya.. Hahahaha..

Jadi apa yang menjadikan seseorang radikal? Menurut gw pribadi adalah ketika ia atau mereka mampu mengembalikan esensi kemanusiaan itu sendiri. Bahwa manusia bukanlah manusia ketika mereka hanya melakukan adaptasi dengan lingkungan dan keadaan sekitarnya, dan bahwa manusia tidak menghidupi dunia yang telah diberikan, karena setiap individu berdaulat menentukan dan menjadi bagian dari sejarah manusia lainnya!

Kenapa harus bekerja di perusahaan minyak atau tambang milik asing ketika kita sadar betul bahwa keberadaan perusahaan itu justru menghancurkan kehidupan masyarakat (adat) kita? Kenapa harus menjadi corporate lawyer ketika yang membutuhkan advokasi hukum adalah mereka yang tidak mampu mengaksesnya? Kenapa kita harus menjadi pemberi darma (aduh, ini apa ya kata yang tepat? takut misleading deh.. maksudnya kaya filantropis gitu..) ketika kita adalah bagian dari kehancuran masyarakat yang sebenarnya? (lihat video zlavoj zizek: first as tragedy then as farce)

Gandhi tidak tunduk di bawah penjajahan Inggris di India, Marx juga punya kesadaran tinggi mengenai kedok para kapitalis, Yesus memaafkan seorang pelaku zina ketika hukum Yahudi mengharuskan si pezina dirajami sampai mati, Bunda Teresa tidak tinggal diam ketika biaranya menolak keinginannya untuk membantu kaum papa di Kalkuta, dan Badshah Khan tetap melakukan perjuangan tanpa perang di Afghanistan.Itulah radikal! Itulah menjadi radikal! Bukan hanya sekadar merusak barang karena ada orang yang dianggap tidak mengidupi radiks nya, atau memaki dan bahkan mempermalukannya.

Menjadi radikal lah, tapi dengan lebih dahulu membangun kesadaran mengenai, apakah yang kita hidupi ini adalah realita kita? Atau hanya bentukan sekelompok orang semata? Carilah akar kita, kembalilah ke akar: Manusia.

July 2nd
6:21 PM

slavoj zizek, judith butler, avital ronell, WHAT AN EPIC WAY TO SPEND MY SATURDAY NIGHT ALONE! i am FREE, MOTHER FUCKER!

June 28th
7:34 PM
"If you really love a woman or a man, you don’t idealize him or her.. But you see perfection in imperfection itself."
—  Slavoj Zizek
7:20 PM

Zlavoj Zizek in Examined Life

June 24th
9:31 PM
Slavoj Zizek on Living in The End of Times

Slavoj Zizek on Living in The End of Times

9:23 PM
"In this crisis it is absolutely ridiculous to refer to some ethical values, like even Vatican, the pope or some person around the pope said, “This is not the crisis of capitalism, it’s the crisis of our values and our ethics.” No, exactly not! It’s the system itself, in its normal functioning, the global capitalist system, which is pushing you towards violating some elementary ethical use."
—  Slavoj Zizek on Living in The End of Times